Press "Enter" to skip to content

PB HMI Nilai Menteri Pertahanan Gagal Memodernisasi Alutsista dengan Anggaran yang Signifikan

Ketua umum PB HMI, Affandi Ismail
Ketua umum PB HMI, Affandi Ismail

TEGAS.CO.,JAKARTA – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam menyoroti penggunaan anggaran terbesar oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto tahun 2021 dengan total mencapai Rp136,99 Triliun. Anggaran sebesar itu tidak dimaksimalkan untuk memodernisasi Alutsista TNI.

Seperti diketahui, belum lama ini Indonesia kembali berduka dengan tragedi tenggelamnya kapal selam TNI AL yaitu KRI Nanggala 402 bersama 53 ABK dan anggota TNI AL pada 21 April 2021 di perairan bagian utara laut Bali. Tentunya kecelakaan ini memberikan duka dan kesedihan yang mendalam kepada seluruh rakyat Indonesia dan keluarga korban.

Atas peristiwa tersebut, Ketua umum PB HMI, Affandi Ismail menyatakan secara tegas soal tenggelamnya KRI Nanggala 402 bahwa “Kualitas Alutsista yang dimiliki oleh Indonesia perlu mendapatkan perhatian serius oleh pemerintah khususnya Kementerian Pertahanan, sebab kualitas Alutsista yang sudah tua dipaksakan untuk beroperasi maka akan fatal akibatnya”.

Tidak hanya itu, Ketua Komisi Pertahanan dan Keamanan Nasional PB HMI, Abubakar juga menyoroti soal penggunaan anggaran oleh Menteri Pertahanan, dimana menjadi pengeluaran terbesar kedua dari seluruh kementerian dengan total mencapai Rp136,99 Triliun.

“Menteri pertahanan gagal mengelola anggaran sebesar itu, oleh karena itu, maka menteri pertahanan Prabowo Subianto, perlu dievaluasi oleh publik karena gagal membangun Alutsista modern dengan anggaran yang cukup signifikan,” ujar Abubakar.

PB HMI juga mendesak DPR RI untuk aktif mengawasi anggaran di kementerian lebih khusus “Komisi I DPR RI juga harus lebih fokus pada kerja pengawasan penggunaan anggaran peningkatan kualitas Alutsista,” tutur Afandi Ismail.

PB HMI menyampaikan ucapan dan rasa belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban yang ditinggalkan, semoga proses evakuasi berjalan dengan lancar dan semoga selalu ada keajaiban dari Allah Swt. sehingga ABK dan anggota TNI AL di dalam kapal selam tersebut masih bisa diselamatkan.

“Adapun bila Tuhan berkehendak lain, maka negara berkewajiban untuk memberikan penghargaan tanda jasa kepada para korban karena mereka semua adalah abdi negara yang bertugas demi mempertahankan keamanan bangsa dan negara Indonesia,” tukas Afandi Ismail mewakili seluruh pengurus PB HMI.

H5P

Mission News Theme by Compete Themes.